Gubernur Aceh, Zaini Abdullah melantik pengurus Dewan Kesenian
Aceh (DKA) periode 2014-2019 di Anjong Mon Mata, Pendopo Gubernur Aceh
di Banda Aceh, Selasa (24/5) malam. Selain Gubernur, pelantikan DKA juga
dihadiri oleh Wali Nanggroe, Malik Mahmud Alhaythar, Wakil Ketua DPRA,
Sulaiman Abda, para seniman, dan tokoh masyarakat lainnya.
Adapun pengurus DKA yang dilantik adalah, Nur Maida sebagai ketua,
Chairul Anwar sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi, Lisma Rahmi SH
sebagai Wakil Ketua Bidang Advokasi, Maiwan Syah Putra Wakil Ketua
Bidang Program, Ahmad Mirza Safwandi Wakil Ketua Bidang Humas dan
Infokom, Lilawati Sekretaris, Nurul Wahyuni Wakil Sekretaris, Warlisda
Bendahara, Herman Wakil Bendehara, serta sejumlah pengurus koordinator
dan komite lainnya.
Gubernur Aceh, Zaini Abdullah dalam sambutannya mengatakan, hadirnya
DKA di Aceh harus menjadi wadah para pelaku seni untuk memajukan seni
yang ada di daerah Aceh. “Semangat berkesenian Aceh sangat tinggi,
karena itu perlu pembinaan dan dukungan yang terus menerus agar tata
kelolanya berjalan dengan baik. Saya berharap DKA bisa mengkoordinasi
ini semua, melalui berbagai aktivitas, kreativitas, dan manajemen seni
yang baik,” kata Zaini Abdullah.
Zaini juga menyebutkan, saat ini banyak masyarakat di luar Aceh yang
begitu tertarik dengan kesenian Aceh hingga mempelajari dan
mementaskannya. Namun ia tak menampik, ada sebagian generasi muda di
Aceh yang cenderung menganggap seni tradisional sudah ketinggalan zaman,
bahkan lebih tertarik dengan tayangan televisi yang menyuguhkan
kesenian seni modern. “Dalam kondisi ini kita butuh motor untuk
mendorong agar seni lokal dapat berdaulat di daerah sendiri, kuncinya
pada kita semua dan DKA harus berperan. Sementara tugas pemerintah
bersifat memfasilitasi untuk mendorong, selamat atas pelantikan ini,
semoga kesenian Aceh semakin berjaya,” pungkas Zaini.
Sementara itu, Ketua DKA periode 2014-2019, Nur Maida dalam
sambutannya mengatakan, Aceh memiliki nilai keistimewaan dalam dunia
kesenian. Oleh karena itu, Nur Maida mengajak semua pihak termasuk
pemerintah fokus dalam mengembangkan kesenian di Aceh. “DKA
bekepentingan dalam mengembangkan nilai kesenian di Aceh, selama ini
terkesan bahwa kesenian dinomor belakangkan. Jadi ke depan, kita mohon
Pemerintah Aceh bisa bersama dengan DKA dan para seniman untuk
mengembangkan nilai kesenian di Aceh,” pungkas Nur Maida.
Dalam kegiatan pelantikan tadi malam, DKA juga menyerahkan piagam
penghargaan kepada tujuh penggarap Seni Pertunjukan Cut Nyak.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Aceh, Zaini
Abdullah disaksikan Wali Nanggroe, Malik Mahmud Alhaythar, Wakil Ketua
DPRA, Sulaiman Abda, dan pengurus DKA.






0 comments:
Post a Comment