Angin kencang disertai hujan deras yang memicu gelombang setinggi 3
meter di perairan Aceh sejak Senin (23/5) sore hingga Selasa pagi
menyebabkan transportasi laut dari Sabang ke Banda Aceh dan sebaliknya
kemarin lumpuh total.
Eksesnya, ratusan calon penumpang tujuan Ulee Lheue, Banda Aceh yang
sejak Selasa pagi memadati Pelabuhan Penyeberangan Balohan, Sabang,
terpaksa kembali ke penginapan atau kediaman masing-masing karena kapal
cepat maupun kapal lambat jenis roll on roll off (ro-ro) tidak berlayar.
Itu pula yang menyebabkan tak ada penumpang maupun barang dari Balohan
ke Ulee Lheue, demikian pula sebaliknya yang terangkut.
Bahkan ratusan kendaraan roda dua yang sudah masuk dalam jalur
antrean di pelabuhan, harus dibawa pulang pemiliknya ke Kota Sabang,
setelah siang kemarin otoritas pelabuhan mengumumkan bahwa kapal tidak
berlayar karena cuaca
buruk. Sementara, puluhan unit mobil berbagai jenis masih tetap
diparkir pengemudinya di pelabuhan, menunggu pemberangkatan berikutnya.
Kepala Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) Pelabuhan Penyeberangan
Balohan, Abdurrani yang ditanyai Serambi kemarin mengakui bahwa ratusan
calon penumpang yang semula menunggu di ruang tunggu pelabuhan,
terhitung pukul 12.00 WIB kembali ke tempatnya masing-masing.
“Kapal penyeberangan tidak berlayar karena pihak syahbandar tidak
mengeluarkan surat persetujuan izin berlayar, berhubung angin kencang
dan gelombang tinggi,” kata Abdurrani.
Menurutnya, gelombang tinggi yang melanda perairan Sabang-Banda Aceh
terjadi setelah kawasan itu diterjang angin kencang dan hujan deras
sejak Senin sore. Terparah terjadi pada Selasa pagi sehingga memicu
tingginya gelombang laut sekira 3 meter.






0 comments:
Post a Comment